Peserta Raimuna Diberi Kesempatan Terbang Keliling Jakarta

0
37
Foto: Dok. Humas Kwarnas

JAKARTA – Ribuan peserta Raimuna Nasional XI mengunjungi Lapangan Terbang Bumi Perkemahan Pramuka (Laptera), Cibubur, Jakarta, (19/8). Tidak sekadar jalan-jalan, mereka juga diberitahu bagaimana mengoprasikan pesawat terbang dengan baik. Bahkan, mereka diberi kesempatan terbang di langit ibu kota menggunakan pesawat jenis microlight.

Para Pramuka Penegak dan Pendega yang mengikuti kegiatan ini lebih dulu mendapat materi dari pilot tentang dasar-dasar teknologi pesawat terbang dan beberapa hal berkaitan dengan penerbangan, seperti istilah-istilah yang ada di bandara.

“Sebagai generasi muda, kita ingin mereka tahu mengenai dasar-dasar kedirgantaraan. Apa itu pesawat, apa itu aero modeling. Sehingga dasarnya mereka paling tidak tahu. Karena sekarang kan zamannya teknologi,” ujar Kak Bagas Adhadirgha, Kepala Laptera saat ditemui di lokasi.

‎Kak Bagas mengatakan, beberapa materi yang diajarkan adalah tentang teknologi aero modeling, simulator, paramotor, microlight atau pesawat jenis sport dan sesuatu yang berkaitan dengan bandara. “Pelataran pesawat (apron) adalah bagian dari bandar udara yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang,” katanya.

Dasar dari teori penerbangan dijelaskan secara secara rinci melalui miniatur pesawat yang sudah disiapkan panitia. Setelah itu, mereka bisa melihat praktik bagaimana pesawat itu terbang. ‎Beberapa peserta diberi kesempatan naik pesawat setelah mampu menjawab pertanyaan dari pemateri.

‎”Jadi setelah mereka tahu teorinya, kita kasih sejumlah pertanyaan. Mereka yang mampu menjawab dengan benar diberi kesempatan untuk terbang bersama pilot kami,” terangnya.

Ada enam pesawat jenis microlight yang siap diterbangkan selama kegiatan Raimuna berlangsung. Salah satunya pesawat CT SW, TEC NAM yang didatangkan dari Yogyakarta. Pesawat ini membawa peserta melihat Kota Jakarta dari atas selama kurang lebih 10-15 menit.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, minat Pramuka dalam dunia kedirgantaraan semakin meningkat. Sehingga banyak orang yang berprofesi di dunia kedirgantaraan, karena negara kita terdiri dari berbagai pulau, jadi kapal dan pesawat adalah transportasi utama kita,” pungkas Kak Bagas.

Kak Zainuddin selaku Manejer Penerbangan Laptera Cibubur menambahkan, kelebihan dari pesawat microlight penggunaanya lebih mudah, harganya relatif lebih murah, dan bahan bakarnya bisa menggunakan pertamax plus. Penerbangan ini bisa menempuh jarak waktu 5-10 jam dengan ketinggian 4000 kaki.

“Ini bukan pesawat komersil melainkan pesawat sport, dengan sistem keamanan yang memadai pesawat ini cukup nyaman digunakan untuk penerbangan pendek maupun jarak jauh,”jelasnya.
(HA/AK).

LEAVE A REPLY