“Maya Ingin Jadi Polwan”

0
36
Foto: Dok. Humas Kwarnas

JAKARTA – Gubuk itu tampak reot. Ruangannya sempit dan beralaskan tanah. Pilar-pilarnya tak lagi berdiri sejajar. Dindingnya pun tepas lapuk dan jauh dari kata layak. Berada di dalam gubuk itu mungkin bisa cepat mengeluarkan keringat.

Di gubuk itulah, Maya Juliana, siswi kelas 3 SMAN Seneudon, Aceh Utara menghabiskan hari-harinya. Meski demikian, dia tak menyerah dengan keadaan. Walau hidup dengan keterbatasan, bukan menjadi halangan baginya untuk berprestasi dan mengharumkan nama baik keluarga serta daerahnya.

Kak Maya tinggal bersama sang ibu, Maimunnah (46 tahun), dan seorang adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Maimunnah sudah lama menjadi janda. Sejak itu pula, dia menjadi tulang punggung keluarga.

“Kadang-kadang mamak utang untuk biaya sekolah Maya. Kadang-kadang gak punya uang juga, gak jajan,” ujar Kak Maya dengan polos, di Jakarta, Selasa (15/8).

Setiap hari Kak Maya juga harus berjalan kaki sekitar 4 kilometer dari rumahnya menuju ke sekolah di kecamatan. Artinya, jika dijumlahkan dengan pulangnya, dia harus berjalan kaki sekitar 8 kilometer. Ini dilakukannya demi satu tekad bulat: masa depan yang lebih baik.

Kak Maya merupakan pelajar yang berprestasi. Dia aktif di organisasi ekstrakurikuler, yaitu Gerakan Pramuka dan Paskibra. Dia mengaku mendapat banyak manfaat setelah aktif mengikuti kegiatan kepramukaan.

“Semangat Maya makin bertambah, kuat dan gak manja,” begitu tuturnya.

Lantaran keaktifannya di Gerakan Pramuka serta prestasinya, April lalu, pelajar asal Aceh Utara ini sempat mendapat atensi khusus dari Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault. Kala itu, orang nomor satu di Gerakan Pramuka ini mengatakan ingin melihat Kak Maya di acara Raimuna Nasional.

Harapan itu kini terwujud. Setelah melalui seleksi di tingkat Kwarcab Aceh Utara, dia terpilih menjadi peserta Raimuna Nasional XI 2017 Gerakan Pramuka kontingen Aceh Utara. Dia bersama sahabat-sahabatnya menaruh harapan pada acara nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali ini.

“Maya ingin membangun semangat Maya yang dulu kek mana, sekarang lebih atas lagi, yang telah diajarkan kakak dari DKC ataupun yang ada di daerah,” ucapnya.

Kegiatan Raimuna Nasional XI sudah berlangsung sejak 13 Agustus 2017 lalu. Walau baru beberapa hari, Maya merasakan manfaat mengikuti perkemahan besar ini.

“Semangat Maya bertambah. Untuk mengikuti Raimuna kapan lagi. Kegiatannya lima tahun sekali,” ungkapnya.

Mengikuti Raimuna Nasional, diakui Maya, merupakan satu langkah maju untuk dapat meraih cita-cita yang dia genggam erat-erat di hatinya yang terdalam. “Maya ingin jadi Polwan,” ujarnya mantap. (MSA/AK)

LEAVE A REPLY