JAKARTA, – Saat membuka kegiatan Raimuna Nasional XI di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Senin (14/8) Presiden RI Kak Joko Widodo (Jokowi) menyebut Pramuka saat ini adalah generasi melenial atau generasi Y yang cara berfikirnya berbeda dari generasi sebelumnya.

Mereka, kata Kak Jokowi, adalah generasi yang adaptif dengan kemajuan teknologi. Untuk itu, Jokowi berpesan agar Gerakan Pramuka terus melakukan terobosan, tidak berpikir linier, dan tidak terjebak pada rutinitas alias monoton. Gerakan Pramuka harus mengalami perubahan positif.

“Kita harus mendidik adik-adik Pamuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali saja,” kata Kak Jokowi di depan 15.000 peserta Raimuna.

Lebih dari itu, Kak Jokowi meminta Pramuka bisa menguasai teknologi dan menggunakan media sosial dengan bijak. Sebab, di era teknologi informasi ini semua bisa diakses dengan mudah melalui media sosial. Medsos, lanjut dia, harus digunakan untuk kepentingan bangsa dan Gerakan Pramuka.

“Tapi juga harus memandu adik-adik pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan yang produktif,” tambah Presiden.

Penggunaan medos yang baik kata Kak Jokowi, adalah bagian dari cara-cara kreatif, kekinian, dan dekat dengan generasi milenial dalam rangka menanamkan rasa bangga dan cinta Tanah air di dalam diri setiap Pramuka. Kak Jokowi yakin Pramuka bisa melakukan itu.

“Kita harus meninggalkan pendekatan-pendekatan lama yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada Tanah Airnya sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” kata Kak Jokowi.

Menjawab himbuan Kak Jokowi, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebelumnya sudah mengeluarkan 10 tugas Pramuka di media sosial. Dalam 10 tugas itu ditegaskan bahwa Pramuka harus bertanggung jawab terhadap akun media sosial sendiri untuk menebar kebajikan demi kepentingan bangsa dan negara.

Berikut 10 tugas Pramuka di media sosial, sebagaimana dirilis Bidang Kominfo Kwartir Nasional Gerakan Pramuka:

1. Mempelajari dan menerapkan apa yang boleh dan dilarang di media sosial, untuk kemudian menyadari bahwa konten yang diunggah akan dilihat, dipahami dan dimengerti oleh orang banyak, sehingga harus bertanggung jawab terhadap isi dan dampaknya.
2. Memproduksi konten sesuai minat, bakat dan nilai-nilai kebajikan. Konten yang dimaksud bisa berupa tulisan, foto, video, poster, infografis, meme, GIF, dll.
3. Membantu dan bergotong-royong mempromosikan prestasi anak negeri, kearifan bangsa, produk unggulan daerah, kuliner, pariwisata, budaya dan potensi daerah lainnya di media sosial dengan sukarela dan penuh komitmen.
4. Membela dan mengalamkan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta merawat harmoni dan solidaritas antarwarga media sosial.
5. Menghayati dan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka di media sosial.
6. Memberitakan kegiatan Pramuka, kegiatan organisasi lain, dan kegiatan positif lainnya di media sosial.
7. Menghidupkan tagar #SetiapPramukaAdalahKantorBerita, #RainasPramuka2017, serta terlibat dalam U-Report dan aktif dalam berbagai kegiatan positif lainnya di media sosial.
8. Menolak dan tidak memproduksi, membagikan, mengomentari, menyukai, berlangganan konten-konten fitnah, hoax, yang berpotensi merusak persatuan Indonsia.
9. Menjaga nama baik pribadi, keluarga, sekolah, organisasi, latar bel;kang lainnya, dan orang lain.
10. Melawan propaganda negatif dan aksi-aksi separatisme, radikalisme, liberalisme dan komunisme, serta menjaga perdamaian dunia lewat media sosial. (HA/AK)

Tinggalkan Komentar