Jakarta, Desember 2015 lalu, Kak Lusia Adinda Lebu Raya terpilih sebagai Ketua Kwartir Daerah Nusa Tenggara Timur secara aklamasi. Jabatan ini adalah untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya 2010 lalu Kak Lusia dipercaya sebagai Ka Kwarda NTT melalui Musyawarah Daerah Gerakan Pramuka.

Enam tahun memimpin Gerakan Pramuka di NTT prestasi Kak lusia boleh dibilang sukses. ‎Ia mampu menjadikan Pramuka sebagai organisasi Kepanduan yang kini banyak diminati oleh anak muda NTT. Faktanya, jumlah anggota Pramuka di NTT kini sudah mencapai 103 ribu.

Prestasi ini disebabkan karena Kak Lusia dikenal sebagai pemimpin yang komunikatif. Ia tidak hanya sibuk di tingkat atas sebagai istri Gubernur NTT. Namun, ia juga kerap melakukan safari ke daerah-daerah untuk mengunjungi Kwarcab-kwarcab bahkan sampai ke Gugus Depan.

Hal ini yang dirasakan oleh ‎Kak Willy Hadjoh Sekretaris Kwarcab Ngada. Ia mengatakan, kedatangan Kak Lusia selalu dirindukan oleh pengurus Pramuka di daerah. Sebab dengan begitu, Kak Lusia bisa mengetahui secara langsung kondisi dan aktifitas Pramuka di sana. ‎

“Di NTT kita merasa ada yang mengkoordinir ‎seluruh Kwarcab. Jadi fungsi koordinasi adalah salah satu fungsi yang dominan selama kepemimpinan beliau,” ujar Kak Willy kepada Humas Kwarnas Minggu 4 September 2016.

Karena komunikasnya yang baik, maka tidak heran dalam setiap pengambilan kebijakan Kak Lusia selalu mengakomodir seluruh masukan dari Kwarcab di NTT. ‎Sikap ini diambil untuk menjaga keseimbangan dan semangat mengayomi seluruh Kwarcab yang tersebar di pulau-pulau kecil NTT.

“Saya pikir lima tahun terakhir, saya apresiasi sebagai kemajuan yang luar biasa bagi Kak Lusia. Beliau sukses membangun komunikasi dengan Mabida-mabida. Semangat mengayominya terasa sampai Kwarcab,” tuturnya.

Selain fungsi koordinasi, Kak Lusia juga dianggap sukses mefasilitasi ‎kegiatan Kepramukaan di NTT dengan menyiapkan sarana dan prasana. Ia menyebut masalah sarana dan prasarana terkadang menjadikan kegiatan Kepramukaan tidak bisa jalan. Namun, di bawah tangan dinginya, Kak Lusia mampu menyediakan fasilitas itu dengan baik.

Begitu juga posisi Kak Lusia yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarnas Bidang Komunikasi dan Informasi tidak membuat Kwarcab-kwarcab di NTT khawatir. Justru bagi Kak Willy, rangkap jabatan itu sebagai prestasi yang bagus, karena ada keterwakilan dari NTT untuk menjadi pengurus ‎di tingkat nasional.

“Menurut saya bagus, nggak jadi masalah akses kita ke Kwarnas malah jadi gampang. Selama ini saya juga melihat program-program Kepramukaan di NTT tetap jalan,” ungkapnya. ‎

Hal yang sama juga dikatakan oleh Wakil Ketua Kwarda NTT Bidang ‎Binamuda Kak Yosef Pangkur Soong. Ia menyebut perkembangan Pramuka di bawah kepemimpinan Kak Lusia mengalami peningkatan yang signifikan. Ini ditandai dengan dijadikannya NTT sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka pada 2013 lalu.

Pria yang akrab disapa Kak Yos ini mengungkapkan, salah satu alasan mengapa Kak Lusia terpilih secara aklamasi selama dua kali pada Musda 2010 dan 2015 , tidak lain karena dia dianggap oleh pengurus Kwarcab di NTT sebagai pemimpin yang berkarakter dan punya komitmen yang tinggi untuk membesarkan Pramuka.

“Beliau ini sosok pemimpin yang mau turun ke bawah. Dalam setiap kunjunganya ke daerah-daerah sebagai Ketua PKK beliau selalu menyempatkan diri mengunjungi Kwarcab. Dari 3000 Gugus Depan yang ada di NTT, 1600 diantaranya sudah ia kunjungi,” jelasnya.

Kedatangan kak Lusia ke desa-desa dan Gugus Depan lebih kepada memotivasi kepada mereka agar terus meningkatkan kegiatan Kepramukaan di daerahnya. ‎Di luar kebiasaan itu, Ketua Pengusaha Wanita Indonesia ini juga kerap memberikan bantuan atribut pramuka untuk Kwarcab dan Gugus Depan.

Terakhir, Kak Lusia baru saja mengunjungi Kwarcab Alor 1 September 2016, dan menyempatkan diri mampir ke dua Gugus Depan. Kwarda NTT sendiri telah mengagendakan untuk mengunjungi 22 Kwarcab di NTT selama dua bulan kedepan. “Di Alor Kak Lusia berjanji memberikan atribut Pramuka bagi Gudep terajin,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kwarda NTT Kak Sinun Petrus Manuk atau Kak Piter mengaku mengenal Kak Lusia sebagai sosok istri pejabat yang dekat dengan anak Pramuka. Pintu ‎rumah dinasnya selalu terbuka untuk anak-anak Pramuka yang ingin berkunjung di sana. “Ini menggambarkan bagaimana dekatnya rumah jabatan dengan Pramuka,” ucapnya.

Kemudian, pada masa kepemimpinannya Kak Lusia telah membangun satu kompleks perkantoran Pramuka dua tingkat. Berkat kepiaweannya Kak Lusia juga dinilai pintar pengupayakan anggaran daerah untuk kegiatan-kegiatan Pramuka baik di tingkat daerah ataupun Nasional.

“Jadi kegiatan-kegiatan Nasional kita pasti selalu ikut. Kemarin Jamnas 2016 kita kirim 665 peserta dari 16 Kontingen. 2015 kita sudah menyelenggarakan Jambore Daerah dengan mendatangkan sekitar 1000 orang,” tuturnya. ‎

Atas prestasinya itu, Kwarnas memberikan penghargaan Lencana Melati kepada Kak ‎Lusia. Kemudian ‎ tahun 2011 Presiden Persekutuan Pengakap Malaysia Negeri Melaka memberikan Anugerah Gemilang kepada Kak Lusia. Ia dianggap berhasil mempererat hubungan kedua negara.‎

“Di masa kepemimpinannya NTT juga pernah mendapat penghargaan sebagai Kwarda tergiat dari Kwarnas,” jelas Kak Piter yang saat ini menjadi pejabat Bupati Lembata.

Mengabdi untuk Pramuka sudah menjadi jalan hidupnya. Pembina Darma Wanita Provinsi NTT ini tercatat pernah menjadi anggota Pramuka sampai tingkat Penegak. Bakatnya sebagai pemimpin sudah terlihat saat masih duduk di sekolah. Kak Lusia kecil gemar ikut organisasi, bahkan sampai ditingkat kuliah.

Nahkoda Pramuka NTT kini berada di tangannya, Kak Lusia akan dilantik sebagai Ketua Kwarda oleh Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault di Hotel Aston Kupang Kamis 8 September 2016.  Ia akan memimpin Pramuka di NTT selama empat tahun ke depan. ‎

Sekretaris Kwarcab Kota Kupang Jimi Oktavianus Ndun ‎berharap Kak Lusia bisa menggerakan seluruh Kwartir dalam Pendataan Potonsi Pramuka. Meningkatkan Sumber daya Manusia melalui kegiatan Orang Dewasa. ( Kursus Mahir dan Pelatih, dan Pitaran Pelatih) serta terus meningkatkan kunjunga kerja ke Kwarcab di NTT.

“Juga mendorong dan meningkatkan kemandirian Kwarcab pada program jangka panjang, menengah dan jangka pendek. Dan Tentunya dengan demikian maka Gerakan Pramuka, Kepramukaan dan Pramuka di NTT akan lebih bergerak maju kedepan,” harap Kak Jemi menutup ulasan panjang dari sosok putra daerah. (HA/Humas Kwarnas)

Tinggalkan Komentar